Bina Desa

SBD
Sekretariat Bina Desa
Alamat/Address: Jl. Saleh Abud 18-19 (Otista Raya), Jakarta Timur 13330; Telp.: (021) 8199749, 8500052, 8519611; Fax.: (021) 8500052
E-mail: binadesa@indonet.id; Contact person: Yuni Suwarto/Achmad Miftah (Koordinator)


Latar belakang dan tujuan: Pengembangan sumber daya manusia merupakan aspek terpenting dalam upaya memajukan bangsa. Gagasan pengembangan sumber daya manusia ini telah dimiliki oleh Sekretariat Bina Desa (SBD) 20 tahun yang silam, terutama di pedesaan, yang kemudian diaktualisasikan dalam bentuk lembaga pada 20 Juni 1975, dalam rangka pemenuhan kebutuhan praktis dan kepentingan strategis dari masyarakat pedesaan. Tujuan lembaga ini, secara umum bersama-sama mitranya mewujudkan kehidupan masyarakat yang manusiawi, adil dan makmur melalui proses demokratis. Secara khusus, bertujuan menguatkan peran rakyat dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.  Bidang dan bentuk kegiatan: Bidang kegiatan utama lembaga ini mencakup pertanian, air bersih dan sanitasi, gender, usaha kecil, lingkungan hidup, hak asasi manusai, demokrasi, sektor informal, pembangunan perkotaan, peternakan, anak, kelautan dan perikanan. Bidang-bidang ini dilaksanakan dalam bentuk studi, penelitian, survai, pendidikan dan pelatihan, pengembangan dan pendampingan masyarakat, penerbitan, advokasi, seminar, dan perkreditan. 
Program: Lembaga ini pernah melakukan kegiatan-kegiatan evaluasi, pendampingan masyarakat monitoring, pendidikan dan pelatihan, advokasi, penerbitan, pelatihan manajemen, pertukaran petani Asia, workshop pertanian, pendampingan melalui jual beras murah dan program untuk pangan, dan lain-lain. 
Publikasi: Menerbitkan sejumlah buku dan buletin. 
Sumber dana: Untuk melaksanakan kegiatannya, lembaga ini memperoleh dana dari berbagai pihak, di antaranya Departemen Sosial, Departemen Transmigrasi, BAPPENAS, BAPPEDA, MSR, FACT, Aus AIDS, ASIA DHRRA, ANGOC, WFP, MCI, dan Yayasan KEHATI. 
Keanggotaan dan wilayah kerja: Lembaga ini merupakan anggota dari YAPPIKA, FORMASI, CRF, WALHI, INFID, JARI, ASIA DHRRA dan ANGOC. Wilayah kerjanya mencakup seluruh wilayah Indonesia. 
Staf: Lembaga ini memiliki 19 staf tetap, 7 staf tidak tetap dengan 9 staf profesional dan 11 staf administrasi.
Background and purpose: Human resources development is the most important aspect in the effort of developing nations. The idea of developing human resources, especially in rural area, had already become a conviction among the founders of Sekretariat Bina Desa around 25 years ago, who then formalized the organization on 20 June 1975. The purpose of this organization is in general, and along with its working partners, to build a humane, just and prospereous  social life by observing democratic processes. Specifically, this organization aims at improving and promoting people’s participation in public policy making. 
Area and form of activities: The main activities of this organization include agriculture, clean water and sanitation, gender issues, small business, environment, democracy, human rights, informal sector, urban development, livestock, children issues and marine and fishery development. They conduct studies, surveys, education and trainings, community development and assistance, publication, advocacy, seminars and credit provision. 
Programs: This organization had carried out evaluations, community technical assistance, management trainings, farmer’s exchange program in Asian countries, workshop on agriculture, low-priced rice sale for food program, and so on. 
Publication: Bina Desa had published a number of books on community development and a bulletin . 
Funding sources: This organization receives support from a number of sources including Departemen Transmigrasi, Departemen Sosial, BAPPENAS, MSR, FACT, AusAID, ASIADHRRA, ANGOC, WFP, MCI and Yayasan Kehati. 
Membership and working area: This organization is a member of YAPPIKA, FORMASI, CRF, WALHI, INFID, JARI, ASIADHRRA and ANGOC. Its working area covers the whole Indonesia territory. 
Staff: This organization has 19 permanent staff  and seven non-permanent staff. Nine of them are professionals and 11 administrative clerks.  

Postingan terkait: