THE JAPAN FOUNDATION ASIA CENTER

THE JAPAN FOUNDATION ASIA CENTER

Summitmas Tower I, Lt. 3, Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 61-62, JAKARTA 12069;
Telp. : (62-21) 520 1266; Fax.   : (62-21) 525 5159; Email: pkj@jpf.or.id
Akasaka Twin Tower, 1F 2-17-22 Akasaka, Minato-ku,Tokyo 107 , JAPAN
Telp. : (81-3) 5562-3891; Fax   : (81-3) 9954-0777
Kepala perwakilan di Indonesia : Nishida Kazumaza
 

Latar Belakang, Visi dan Misi
The Japan Foundation didirikan pada tahun 1972 sebagai sebuah lembaga resmi di bawah naungan Kementerian Luar Negeri Jepang. Pada awalnya, lembaga ini bertujuan mempromosikan persahabatan dan rasa saling pengertian di kancah internasional. Yayasan ini merupakan organisasi pertama dalam bidang pertukaran kebudayaan internasional di Jepang, yang mencakup pertukaran dengan tujuan akademik, seni, publikasi, media audiovisual, olahraga dan kebudayaan pada umumnya.
 
Pada bulan Oktober 1995, The Japan Foundation Asia Center didirikan sebagai salah satu bagian The Japan Foundation. Asia Center didirikan dengan tujuan untuk membangun hubungan yang lebih terbuka antara negara Jepang dan negara tetangganya di Asia. Sasaran utama dari lembaga ini adalah memupuk saling pengertian dan kerjasama antarnegara di wilayah Asia, melalui program dialog dan pertukaran. Lembaga ini mendapatkan dana dari bantuan pemerintah Jepang serta bantuan lain dari sektor swasta. Japan Foundation Asia Center menyelenggarakan kegiatan sendiri dan menyediakan dana bantuan untuk program kebudayaan yang diadakan oleh kelompok lain di Jepang atau di luar Jepang.
 
Asia Center saat ini memfokuskan aktivitasnya untuk mempromosikan pertukaran intelektual untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Jepang tentang Asia. Asia Center menyediakan dana untuk kerjasama internasional yang meliputi program penelitian, lokakarya atau konferensi, pelatihan sumberdaya manusia, proyek dokumentasi dan penyebaran hasil penelitian, baik dalam bentuk cetakan maupun publikasi audiovisual.


Spesifikasi Program di Indonesia  
Asia Center menyediakan bantuan untuk program kebudayaan dengan prioritas kegiatan sebagai berikut:
  1. Peningkatan saling pengertian pada keanekaragaman Asia, berupa studi dan penelitian mengenai daerah tertentu, diskusi tentang perbedaan etnis, penelitian tentang hak asasi manusia dan kaitannya dengan nilai-nilai lokal.
  2. Pemecahan persoalan kontemporer dengan kerjasama internasional, misalnya dengan melakukan seminar tentang keselamatan manusia, penelitian mengenai hubungan antara kebudayaan dan konservasi alam,  penelitian tentang migrasi lintas batas negara dan lain-lain.
  3. Pengembangan masyarakat yang lebih sederajat dan lebih terbuka, misalnya untuk meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat, kerjasama penelitian  ekonomi dalam masa transisi, seminar yang melibatkan para pembuat kebijakan dan ahli-ahli hukum untuk  mendiskusikan reformasi hukum dan kegiatan lainnya.
  4. Perlindungan dan pendokumentasian peninggalan budaya, termasuk lokakarya tentang pemeliharaan manuskrip dalam iklim tropis, dokumentasi tradisi budaya asli kelompok minoritas, pelatihan untuk pengurus museum dan sebagainya.
  5. Upaya pelestarian seni tradisional. Lembaga akan menyediakan dana untuk kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti konferensi internasional tentang musik etnis dalam kurikulum sekolah,  program pameran untuk mempromosikan disain tekstil tradisional dan kegiatan-kegiatan yang sejenis.

Pedoman Permohonan Dana
Asia Center menerima proposal dari institusi pemerintah, organisasi internasional, universitas atau lembaga penelitian, perpustakaan atau lembaga kearsipan, museum dan LSM. Permohonan dari individu atau dari organisasi profit tidak diterima.
Proposal kegiatan yang diajukan harus memuat informasi tentang lembaga yang mengajukan permohonan, format anggaran kegiatan serta deskripsi kegiatan yang akan dilakukan. Bagi LSM yang ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas dapat menghubungi alamat di atas.

Postingan terkait: